PERADABAN BARU BERTEMPUR TNI: BATTLEFIELD MANAGEMENT SYSTEM

Serdadu17's picture

Oleh: Mayor Chb Mohamad Nazar, Perwira Siswa Seskoad 2014

Perkembangan Kebutuhan dan Tuntutan Tugas TNI.

Perkembangan teknologi Angkatan Bersenjata Negara-negara maju saat ini sudah mencapai suatu kemajuan yang sangat pesat. Peperangan yang digelar mempertontonkan pola perang dengan sistem yang modern dan rumit mengatur tentang pengerahan ribuan personel, ratusan pesawat tempur , tank, kapal dan kendaraan yang lain secara bahu-membahu dan berjalan secara teratur. Di dalam “hiruk pikuk” semua pergerakan pasukan tersebut serta ribuan kendaran dan pesawat tempur tersebut terdapat ribuan juga informasi yang menghubungkan kesemuanya itu. Arus informasi yang tertata dengan baik, cepat dan saling terhubung sangat penting pada saat ini di dalam sebuah fungsi komando dan pengendalian dan kedudukannya dikemas ke dalam sebuah manajemen pertempuran yang saat ini lebih dikenal dengan Battlefield Management System.

TNI mempunyai tugas pokok yaitu melaksanakan pertempuran di darat, laut dan udara. Pelaksanaan pertempuran dan proses di dalam menggelar sebuah operasi pertempuran tersebut tentunya memerlukan sebuah mekanisme yang sangat teliti, kaya akan data, trafik informasi yang cepat dan tertata dengan rapi, efektif dihadapkan dengan mekanisme serta efisiensi kegiatan yang di dalam penggunaannya terkait dengan perubahan lingkungan pertempuran dan waktu yang sangat terbatas. Mekanisme pertempuran yang digunakan mampu menjamin kevalidan data operasi, presisi tembakan, efektifitas waktu, kecepatan maneuver, analisa sistem pertempuran dengan melibatkan sistem informasi yang modern.

Meskipun di era teknologi informasi yang sangat pesat ini, pertempuran yang digelar oleh TNI belum memanfaatkan kelebihan dan kecanggihan dari berbagai teknologi modern ini, diantaranya sistem informasi, sistem komputer dan sistem teknologi modern lainnya. Menurut data awal, pengalaman dan hasil pengamatan penulis, prosedur pertempuran mulli dari persiapan pertempuran sampai dengan saat gelar di mandala perang masih menggunakan instrumen-instrumen lama dengan menggunakan doktrin yang nyaris tidak berkembang. Prosedur pertempuran yang digunakan saat ini secara mekanisme taktis mungkin sudah benar, namun diindikasikan bahwa mekanisme informasi, mekanisme koordinasi yang ada perlu masih mengalami kendala-kendala yang cukup berarti bagi jalannya sebuah kegiatan pertempuran itu sendiri. Prosedur pertempuran saat ini menggunakan sistem informasi secara manual, dimana antara Komandan dan Stafnya serta jajaran di bawahnya harus intens dan memakan waktu yang lama hanya untuk berkoordinasi atau berdiskusi di dalam mengdayagunakan pasukannya. Sistem manajemen yang membantu sebuah operasi pertempuran seharusnya dapat disajikan secara cepat, real time, validitasnya terpercaya dan mudah diakses oleh semua unsur yang terlibat di dalam susunan tugas operasi. Mekanisme pertempuran yang menggambarkan hubungan mekanisme bertempur yang dilingkupi parameter pertempuran tidak terintegrasi dengan baik sehingga sering terjadi kesalahan koordinasi, kurangnya presisi manuver atau kalkulasi, kelambatan respon dan laporan situasi. Terbuangnya waktu dan penggunaan sumber daya pasukan yang tidak teratur membuat mekanisme pertempuran menjadi tidak efektif. Selain itu, perangkat kerja yang belum terdigitalkan mengurangi kinerja dan kecepatan mekanisme pertempuran secara signifikan. Contoh perangkat yang mengurangi kinerja pertempuran adalah seperti penggunaan peta manual atau raster dimana perlu waktu untuk mengelola peta itu pada saat operasi dan pada saat kondisi waktu yang terbatas. Koordinasi dilakukan melalui penggunaan sarana komunikasi terbatas radio dan telepon, sedangkan komunikasi data yang dibutuhkan untuk koordinasi lebih lanjut belum terwadahi sesuai kebutuhan operasi saat ini.

Melihat permasalahan di atas, maka sudah saatnya kegiatan prosedur dan manajemen pertempuran melibatkan berbagai teknologi yang ada guna mengoptimalkan hasil dari pertempuran itu sendiri. Sistem informasi dan komputer bisa meningkatkan efektifitas berbagai kegiatan yang sangat banyak di dalam berbagai mekanisme pertempuran. Aplikasi komputer yang interaktif akan memudahkan para Staf dan Komandan saling berbagi informasi, mengakses data daerah operasi, membagikan data masing-masing, melakukan koordinasi dengan komunikasi data, serta yang paling penting adalah dapat melakukan kegiatan taktis yang biasa dilakukan oleh staf dan Komandan, seperti membuat dan menggambar peta operasi, membuat berbagai oleat yang nantinya akan didukung oleh sistem peta digital yang lebih presisi, up to date dan lengkap. Penggunaan peta digital akan membuat presisi di dalam manuver, rencana tembakan, gelar komunikasi serta analisa daerah operasi yang merupakan hasil analisa yang valid dari peta digital tersebut. Bagaimanakah bentuk dari implementasi teknologi itu dihadapkan dengan kegiatan manajemen dan mekanisme pertempuran yang digelar TNI saat ini?

Konsep Battlefield management System.

Kegiatan manajemen pertempuran dengan menggunakan teknologi yang memakai sistem informasi dan komputer diharapkan akan meningkatkan performa kinerja Komandan, Staf dan Komandan bawahan di dalam pekerjaannya. Hasil dari proses pertempuran yang didigitalkan oleh konsep Battlefield Management System akan menambah kemampuan pengambilan keputusan secara analitis dan mengoptimalkan pengambilan keputusan secara intuitif dihadapkan berbagai parameter pertempuran yang selalu Komandan hadapi. Sudah saatnya mencoba untuk mengembangkan sebuah konsep teknologi sistem informasi dengan konsep Battlefield Management System kepada sebuah sistem di TNI sehingga diperoleh sebuah kesatuan komando dan pengendalian terutama untuk kepentingan operasi yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan tugas TNI ke depan.

Tantangan misi pertempuran di abad ke-21 telah meningkat secara signifikan. Untungnya, konsep-konsep baru operasi dan pendekatan untuk Komando dan Pengendalian mampu menyediakan peningkatan kemampuan secara signifikan untuk menghadapi tantangan ini. Misi pertempuran saat ini berbeda dari misi militer tradisional, bukan hanya pada sebuah margin tetapi secara kualitatif. Misi pertempuran saat ini secara bersamaan lebih kompleks dan lebih dinamis, membutuhkan kemampuan kolektif dan upaya dari banyak organisasi untuk lebih berhasil. Persyaratan ini adalah upaya untuk merakit satu set dengan beragam kemampuan dan organisasi menjadi sebuah koalisi yang efektif disertai dengan menyusutnya respon kesempatan. Pendekatan tradisional untuk mendukung Komando dan Pengendalian tidak mampu menghadapi tantangan ini.

Komando dan Pengendalian operasi khususnya satuan-satuan manuver dalam suatu pertempuran merupakan suatu hal yang kompleks, sehingga membutuhkan suatu sistem yang dapat membantu memudahkan, mempertinggi tingkat efektifitas komunikasi dan kerahasiaan serta mempercepat proses hubungan Komando yang berkaitan dengan sistem Komando, Kendali, Komunikasi, Komputer, Informasi, Pengamatan dan Pengeinderaan (K4IPP). Sistem komunikasi untuk koordinasi yang digunakan saat ini akan memungkinkan terjadinya keterbatasan dan kesalahan informasi seperti kesalahan penyampaian koordinat maupun tempat yang dapat mengakibatkan kesalahan taktis dalam pelaksanaannya. Kesalahan informasi dapat diakibatkan oleh faktor manusia, lingkungan dan teknologi rendah yang menyulitkan Komandan dan pasukannya tidak dapat mengakses informasi secara jelas. Keterlambatan informasi akan mengakibatkan keputusan dan cara bertindak menjadi lambat dan mengurangi efektifitas pertempuran.

Penggunaan sistem manajemen Pertempuran atau lebih dikenal dengan Battlefield Management System (BMS) merupakan sistem aplikasi modern yang menggabungkan sistem komunikasi dengan sistem kodal guna menyampaikan informasi dan perintah secara cepat dan tepat, jelas dan lengkap serta terjamin kerahasiaannya. Konsep BMS yang diharapkan adalah sistem yang dapat menggabungkan antara doktrin TNI, kebutuhan taktis, gelar pasukan, sistem komunikasi, komputasi, sistem kesenjataan, navigasi dan parameter tempur lainnya sehingga mampu mendukung Kodal Panglima atau Komandan secara handal. Kelebihan sistem BMS dapat diharapkan meningkat performa manajemen pertempuran TNI yang selama ini masih dilakukan secara manual. Sistem yang dapat meningkatkan manajemen melalui sistem informasi yang membantu kegiatan-kegiatan taktis dimana adanya keterlibatan komputasi dan kalkulasi secara komputer. Komputasi yang tepat pada beberapa kegiatan taktis dapat meningkatkan kemampuan manajemen pertempuran serta mekanisme pertempuran yang lebih akurat, cepat dan efektif.

Kebutuhan akan BMS yang dapat menunjang semua tuntutas tugas TNI ke depan adalah sebuah BMS yang dapat digelar di sebuah Puskodalops TNI, Posko Taktis satuan TNI pada saat operasi, Posko mobile yang bergerak, KRI, pesawat tempur sampai dengan aplikasi perorangan para prajurit Infanteri. Kebutuhan akan kecepatan data, trafik berita, informasi, situational awareness, serta manajemen modern merupakan tuntutan tugas TNI saat ini. Sistem yang diharapkan adalah sebuah sistem yang secara operasional mudah dijalankan, mudah dipelajari, tepat diterapkan dan tentunya dapat sesuaikan dengan doktrin TNI. Membahas doktrin TNI, tidak menutup kemungkinan, adanya BMS di dalam sebuah mekanisme pertempuran akan membuat sebuah peradaban pertempuran baru di tubuh TNI yang diharapkan dapat mewujudkan TNI yang ideal.

---

DAFTAR PUSTAKA

1. Alberts and Hayes, Power to the Edge. Washington, DC: CCRP Publication Series. 2003.

2. Department of Army, Army Planning and Order Production; chapter 1-2. US. Army, 2002.

3. Department of Defense Dictionary of Military and Associated Terms, Joint Chiefs of Staff Publication Number 1 Washington, D.C.: Joint Chiefs of Staff, 1 June 1979.

4. David French and Brian Holden Reid (eds.), The British General Staff; Reform and Innovation, 1890–1939 (Abingdon, Oxon: Routledge, 2002)

5. Greene, BG Harry. et al. Command Post of the Future: “ Succesful Transition of a Science and Technology Initiative to a Program of Record”. Defense Acquisition University. January 2010.

6. J. Fallesen, Jon, Assessment of the Operation Planning Tools (OPT) During a Division-Level Command Post Exercise, U.S. Army research Institute for the Behavioral and Social Sciences, 1991.

7. Louis A DiMarco, “The US Army General Staff: Where Is It in the Twenty-first Century?” Small Wars Journal, 12 March 2009.

8. MAJ J. E. Passmore, “Decision Making in the Military”, The British Army Review, Winter 2001-2002.

9. Naval Research Advisory Committee Report : Command Center of the Future. Maret ,2001.

10. PK. Mallick, Staff System in the Indian Army, Center for Land Warfare Studies, New Delhi. 2011.

11. Polk, Peter B. and Gary A. Lee, A Thesis: Battlefield Management System: Data Requirements To Support Passage Of Company Level Tactical Information, March 1987.