Analysis

kazmi's picture

Korut-Korsel: Pemicu Perang Dunia III? (2)

Oleh: Khairil Azmi, B.Eng., M.IScT., Eks Direktur Eksekutif TANDEF 2008-2013

Sebelumnya baca: Korut-Korsel: Pemicu Perang Dunia III? (1)

Perang Korea Jilid Dua & Kemungkinan Perang Dunia

Dengan telaahan yang lebih mendalam terhadap beberapa prakondisi dan insiden akhir-akhir ini, maka dapat ditarik kesimpulan sementara secara empiris sebagai berikut:

1. Perlu dicermati lebih jauh apakah tingkah polah Korea Utara yang semakin berani akhir-akhir ini merupakan ekspresi kesiapan mereka terhadap segala kemungkinan perang (dengan kata lain, benar-benar siap berperang), ataukah sekedar upaya deterrence/penangkalan untuk menyurutkan niat segenap kandidat lawan agar tidak berani melakukan preemptive strike terhadap Korea Utara (atau dengan kata lain, tidak siap perang, tapi sesuai teori Sun Tzu, justru di saat seperti itulah wajib menunjukkan kekuatan kita secara eksesif sebagai upaya deception/pengelabuan). Jawaban terhadap ini bisa ditelaah sebagai berikut:

kazmi's picture

Korut-Korsel: Pemicu Perang Dunia III? (1)

Oleh: Khairil Azmi, B.Eng., M.IScT., Eks Direktur Eksekutif TANDEF 2008-2013

Secara de facto, dapat dikatakan bahwa Perang Korea telah berakhir pada 27 Juli 1953, namun secara de jure, perang yang telah menelan korban hampir 5 juta jiwa itu sama sekali belum berakhir, karena hingga hari ini belum ada perjanjian damai secara final antara Korea Utara dan Korea Selatan. Yang ada hanyalah gencatan senjata yang dikenal sebagai Korean Armistice Agreement yang ditandatangani pada tanggal 27 Juli 1953 oleh Letnan Jenderal William Harrison Jr selaku perwakilan AS & PBB serta Jenderal Nam Il selaku perwakilan Korea Utara.

kikisyahnakri's picture

Sistem Pertahanan-Keamanan yang Melindungi Orde Demokrasi

Oleh: Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri

Pendahuluan

Ucapan selamat dan penghargaan bagi Metro TV yang berencana akan menyelenggarakan program dialog terbuka/interaktif dalam rangka menghadapi Pemilu 2014. Untuk kepentingan itu direncanakan menyusun satu Buku Panduan yang bertema “Arah Dasar Pembangunan Indonesia 2014-2019”. Saya memandang tema ini sangat penting dan strategis. Penting, karena diselenggarakan pada saat negeri kita sedang mengalami krisis multidimensi, terutama krisis kepemimpinan dan krisis demokrasi. Indikasinya antara lain: Besarnya jumlah anggaota DPR/DPRD yang tersangkut masalah korupsi, beberapa mentri serta pejabat eselon 1 pun sudah dipanggil KPK, bahkan lebih buruk lagi adalah hampir separuh dari jumlah Bupati/Walikota dan Gubernur seluruh Indonesia sudah dijebloskan ke penjara, atau paling tidak sudah ditetapkan sebagai tersangka masalah korupsi.

wicaksono's picture

Mungkinkan Upacara HUT TNI Diselenggarakan di Daerah-daerah Perbatasan?

Oleh: Wicaksono Aji - Direktur Bidang Manajemen Organisasi TANDEF

Pada hari Jumat, 5 Oktober 2012 ini, Tentara Nasional Indonesia (TNI) tepat berusia 67 tahun. TNI, yang berakar dari rakyat, resmi menjadi sebuah institusi negara pada tanggal 5 Oktober 1945, dan semula bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Dalam sejarahnya, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) pernah digabungkan dengan TNI. Gabungan ketiga matra TNI dengan kekuatan Polri ini disebut Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Namun memasuki Orde Reformasi, tepatnya dengan berlakunya Ketetapan MPR No.VI/MPR/2000, institusi Polri dipisahkan dari TNI.

koeh_gendeng's picture

Jejaring Sosial Sebagai Bagian dari Media Komunikasi Organisasi

Oleh: Kapten Inf Kukuh Suharwiyono, BS, MITM

Perkembangan teknologi informasi bergerak secara ekponensial menjadi jembatan antar ruang dan waktu. Jika sebelumnya teknologi ini berorientasi hanya pada kelancaran aliran berita, saat ini teknologi informasi telah bermutasi menjadi media penggabung sumber daya, baik internal maupun eksternal, yang dibutuhkan dalam rangka meraih keunggulan kompetitif dan komparatif serta profesionalitas kolektif.

Beberapa kegagalan pembangunan sistem informasi yang menelan biaya sampai milyaran rupiah merupakan mimpi buruk yang membayangi penentuan kebijakan investasi dan penggunaan anggaran di bidang teknologi informasi. Namun, hal tersebut seharusnya kita jadikan cambuk dan tantangan untuk diatasi dan, bukan sebaliknya, menjadikan kita alergi terhadap teknologi yang jelas-jelas telah menjadi bagian esensial kehidupan manusia. Hasil laporan Semiocast, lembaga riset jejaring sosial di Paris, yang menyatakan bahwa 19,5 juta rakyat Indonesia menggunakan Twitter (Tempo.co 2012) merupakan fakta yang patut menjadi perhatian pembuat kebijakan. Bukan hanya Twitter, generasi muda Indonesia juga terbukti menggandrungi jejaring sosial lain, seperti Facebook, LinkedIn, MySpace, Friendster dan Multiply.

Oke's picture

Lesson Learned dari Pelatihan Interoperability dan Interagency melalui Command Post Exercise Garuda Shield

Oleh: Kapten Arm Oke Kistiyanto, S.AP., Garuda Shield Exercise Planner (2007-2012)

Memperingati 6 Tahun Latihan Bersama Garuda Shield (2007-2012)

Latihan Bersama Garuda Shield adalah latihan bersama antar negara yang diselenggarakan oleh host Nations Indonesia khususnya TNI dengan konteks peacekeeping operations yang telah dimulai sejak tahun 2007 yang lalu. Latihan ini merupakan salah satu bagian dari programGPOI(Global Peacekeeping Operation Initiative)di kawasan Asia Pasifik dalam rangka menyiapkan personel militer yang memenuhi standar untuk penugasan Misi PBB di seluruh dunia.

salim's picture

Menuju Kebangkitan Era Indonesia Baru Nusantara Jaya Sempurna

Oleh: Mayor Laut (P) Salim, Dewan Penasehat Harian TANDEF

“Akan Datang Masa Kejayaan Negeri Ini, Apabila Muncul Pemimpin Pemimpin Yang Benar Benar Mengabdi Kepada Rakyat Dan Dapat Memanfaatkan Sebesar Besarnya Kekayaan Nusantara Untuk Kesejahteraan Rakyat Dengan Benar, Jujur Dan Adil.”  (Lembang, Rajawali II, kmr 12. 2012)

Preambule

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa bahwasannya pada detik ini negeri ini masih selamat dari bencana yang besar yaitu selalu ada keselamatan mana kala ribuan nyawa telah melayang mulai dari setiap bencana dan musibah yang ada di negeri tercinta ini. Kukuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia, merupakan Rahmat dari Tuhan yang telah memberi kesempatan kepada rakyat Indonesia untuk meluruskan jalan arah kebijakan penyelanggaraan pemerintahan didalam mewujudkan cita cita bangsa dan negara, menuju masyarakat yang adil dan makmur.

wehrmacht's picture

Beranjak Dari Defensif Menuju Ofensif Preemptive

Oleh: Julian Virdaus, SE., Karyawan, Peminat Pertahanan

Doktrin TNI bukan menyerang. Kita bukan negara agresor. Jadi latihan diasumsikan musuh masuk terlebih dahulu....

Kata-kata di atas adalah cuplikan wawancara Majalah Commando dengan Panglima TNI Djoko Santoso saat Latihan Gabungan (Latgab) TNI tahun 2008. Saat itu Skenario Latgab mengasumsikan musuh dengan inisial Negara Sonora menyerang wilayah RI dengan menguasai Kepulauan Riau, Kalimantan Barat dan Timur. TNI berdasarkan mandat Presiden, diperintahkan untuk merebut kembali wilayah yang telah dikuasai Negara Sonora tadi.

Secara tradisional memang TNI lahir di tengah kancah perjuangan mempertahankan kemerdekaan yang ingin dirampok kembali oleh Belanda. Wajar saja TNI (dan juga seluruh rakyat Indonesia) alergi dengan yang namanya Penjajahan. Tekad TNI dan bangsa Indonesia ini sudah cukup tergambar dalam Preambule UUD 1945 yang menyatakan Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

dianfirmansyah's picture

TNI dan Dampak Pemanasan Global

Oleh: Dian Firmansyah, ST, M.Han.

Pemanasan global merupakan salah satu perubahan besar yang tak terelakkan di awal abad ke-21 ini. Efek dari pemanasan global saat ini berlangsung secara perlahan, namun semakin cepat dan berpengaruh pada setiap aspek kehidupan. Saat ini mulai bermunculan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa pemanasan global dapat berlangsung dengan laju yang semakin cepat (terakselerasi) dan bukannya secara linier sebagaimana dugaan semula.

Tak satu negarapun dapat menghindarkan diri dari efek pemanasan global, sementara upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca mengalami kemandekan akibat lemahnya komitmen negara-negara industri besar yang merupakan penyumbang besar gas rumah kaca. Banyak kalangan meragukan kemampuan dunia untuk mengerem kenaikan produksi gas rumah kaca serta kenaikan temperatur yang diakibatkannya, apalagi untuk dapat membalikkan arah kenaikan temperatur global.

jkginting's picture

Kesiapan Alutsista TNI AU: Kompleksitas Permasalahan dan Alternatif Solusinya

Oleh: Mayor Tek Jon Kennedy Ginting, M.MgtStud. qtc, CPPM, MAIPM, Dewan Pertimbangan TANDEF

Pendahuluan

  1. Polemik seputar rencana akuisisi alutsista TNI (main battle tank/MBT, kapal selam dan UAV) belakangan ini menyadarkan seluruh bangsa bahwa ada sebuah masalah mendasar terkait anggaran pertahanan RI, baik dalam besaran maupun tata kelolanya. Namun bila kita menelisik lebih jauh, polemik ini sebenarnya hanya salah satu fenomena “gunung es” yang terlihat di permukaan. Ada persoalan lebih mendasar mengenai anggaran pertahanan selama ini, yakni bagaimana anggaran tersebut dimanfaatkan untuk mengembangkan kekuatan TNI (termasuk TNI AU).