Weapons

kazmi's picture

Kilo Class (Project 636) Diesel-Electric Submarine, the "Black Hole"

Oleh: Khairil Azmi, B.Eng., M.IScT., Direktur Ekskutif TANDEF

The Kilo Class (Project 877 & Project 636) submarine was designed for anti-submarine and anti-ship warfare in the protection of naval bases, coastal installations and sea lanes, and also for general reconnaissance and patrol missions. Project 636, sometimes called by the U.S. Navy "the Black Hole" for its uncanny ability to "disappear", is thought to be one of the quietest diesel-electric submarines in the world 1. It is said to be capable of detecting an enemy submarine at a range three to four times greater than it can be detected itself 2.

khaidar's picture

Stinger, Igla, dan Strela

Oleh M. Abdullah Khaidar, ST., Kepala Divisi Publikasi Internet TANDEF

Pada mulanya, aksi militan Afghanistan dalam melawan tentara pendudukan dari Uni Sovyet bersifat fatalistik. Baru kemudian, setelah ada bantuan dari Amerika lewat Saudi Arabia dan Pakistan terutama adanya suplai senjata misil anti udara, aksi perlawanan berlangsung secara efektif. Tahun-tahun pertama pendudukan, udara Afghanistan praktis dikuasai Uni Sovyet. Namun, kira2 enam tahun berikutnya, Sovyet mengalami kerugian besar di udara setelah banyak helikopternya ditembak jatuh oleh para militan. Salah satu senjata yg berperan besar menjatuhkan helikopter2 tsb adalah rudal Stinger.

Rusia juga mempunyai senjata yg ekuivalen dengan Stinger, yaitu Igla. Senjata ini, diperkirakan digunakan oleh militan Irak dalam melawan pendudukan Amrik saat ini.Selain Igla, senjata misil anti udara yg disuplai ke Irak adalah Strela. Rudal-rudal inilah yg diduga